- Created on Saturday, 16 November 2013 09:56
ManiakMotor - Dari meja pendaftaran tercatat angka 400 starter sudah terlewati, "Jumlahnya ini masih
terus bertambah sampai dengan penutupan pendaftaran tengah hari nanti,
Sabtu 16 November 2013," buka Hertanti Arnita selaku petugas pendaftaran
dario lokasi.
Ya dari Area Parkir Timur Senayan, Jakarta Selatan yang jadi tempat putaran seri ke-6 atau seri penutup Pertamina Enduro Drag Bike 201 Meter Championship 2013 sudah mulai dipenuhi tim. Tim yang nongol canggih semua, juga membawa motor yang banter tenan. Mereka mulai menempati tenda paddock yang megah khas Trendy Promomandira yang megah. Inilah event drag bike bermutu, walau bukan kejurnas, loh.
Terlihat tenda PME Abirawa GM yang diisi kuda besi karapan yang jaminan pencetak catatan wuzzzz, di setiap kelasnya yang diparkir rapi. "KTM 250SX untuk Free For All sudah siap tempur," ungkap salah satu kru tim seperti yakin akan menggemparkan ulang Senayan.
Tak jauh dari situ tenda kuning Tomo Speed Shop sedang didirikan. Utomo selaku pemimpiin tim langsung tunjuk-tunjuk mengkomando anak buahnya. "Yamaha Mio untuk Matic Tune Up s/d 200 Cc dalam kondisi prima, begitupun jokinya," ujar Tomo pada motor yang sedang memimpin poin tersebut.
Sementara Kawasaki Ninja yang turun di Sport 2-Tak Rangka Standard s/d 150 Cc belum banyak terlihat di paddock.
Kelas ini unggul 6 starter dari Matic Tune Up s/d 200 Cc dalam hal
jumlah starter sampai dengan seri ke 5 lalu. Di Senayan ini akan
ditentukan kelas mana dengan starter terbanyak yang juara umumnya akan
memboyong hadiah Daihatsu Ayla. "Hari ini kelas-kelas dengan starter
terbanyak akan dilakukan penyisihanta,” jelas Anas Riswanto selaku pimpinan lomba.
Sejak Jumat kawasan ini terus diguyur hujan. Pagi ini lintasan masih basah dan matahari pun seperti kurang terik. "Semoga hari ini cuacanya mendukung sampai dengan akhir acara besok," pungkas Helmy Sungkar selaku pimpinan dari Trendypromo, penghajat event.
Amin, supaya banjir peserta, penonton dan banjir rekor. AN.
Drag Bike 2013 Pertamina Jelang Senayan; 5 Joki Berpeluang Rebut Mobil
- Created on Tuesday, 12 November 2013 16:55
ManiakMotor - Bagi
Tomo bos Tomo Speed Shop (TSS) Jakarta menantikan grand final atau
seri-6 Pertamina Enduro Drag Bike (PEDB) di Senayan, Jakarta Selatan,
pada (10-11/11) ini, melebihi menunggu race final MotoGP di Valencia (3/11) lalu. Sebab yang paling tegang di MotoGP pelakunya antara tim dan pembalap Yamaha-Honda, Tomo mah hanya penonton.
Di
Drag Bike Senayan nanti, Tomo adalah pelakunya langsung. Yang bikin ia
debar-debar bukan soal posisi jokinya Saiful Cibef yang memimpin poin di
Matic 200 cc. Kelas ini yang tahun lalu mendulang mobil lantaran syarat
utamanya adalah diikuti peserta terbanyak dari semua kelas dihajat di
PEDB. Tapi tahun ini, kelas itu mendapat saingan keras dari Sport Rangka
Standar (SRS) 150 dalam pengumpulan peserta, syarat untuk dapat hadiah
mobil.
Dua
kelas ini yang mana memenuhi kuota akan ditentukan dari hasil
perndaftaran di Senayan. Nah itu yang bikin debar Tomo. Apalagi, SRS
saat ini sedang mimimpin 6 peserta. “Selain masih menunggu kelas mana
yang dapat, juga menunggu poin pembalap yang sedang bersaing,” jelas
Tomo dari balik ketikan BBM-nya.

Dari
gabungan dua kelas ini ada lima pembalap yang sedang berharap dapat
mobil. Hendra Kecil, joki dari Semarang, Jateng yang didua kelas
tersebut berpeluang. Memang peluang terbesarnya berada di Matic 200. Ia
kedua di klasemen atau tertinggal 16 angka dari Cibef yang memperkuat
TSS. Cibef 77 poin dan Hendra menguntit 61 poin. Membayangi keduanya
adalah Adi S Tuyul.
Hendra
di SRS 150 memang berada di urutan ke-3 dengan poin 50, jauh dengan Dwi
Batank (74 poin) dan Taupik Ompok yang 74 poin. Toh, “Apa pun bisa
terjadi selagi balapan belum selesai. Kan begitu yang selalu dikatakan
Jorge Lorenzo. Saya juga begitu,” tegas Hendra soal kelas SRS dan matic
200, lebih lengkap soal poin silakan lihat klasemen di bawah.
Jumlah
joki berpeluang tergantung jumlah pendaftar di kelas ini. Bila SRS 150
ternyata yang lebih banyak peserta, tiga tiga pembalap yang punya kans.
Sebaliknya juga begitu. “Yang menegangkan didua kelas ini, tetapi
rasanya semua kelas ketat. Poin di FFA, Bebek 200 dan sebagainya masih
ditentukan di Senayan,” ‘bakar’ Helmy Sungkar bos Trendy Promo Mandira (TPM) promotor drag bike paling ngetop di Indonesia.
Fakta paling ngetop memang iya. Ardel.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar