Drag Bike 2014 Jelang Jogja; Hujan Abu Gunung Kelud, Race Masih ‘Abu-Abu’!
- Created on Friday, 14 February 2014 10:52
ManiakMotor - Seperti
dilansir jalur penerbangan ke Jogja-Solo ditunda akibat hujan abu
vulkanik dari letusan Gunung Kelud. Hal itu pun bisa berdampak pada VSC
Drag Bike Nite Race 2014. Event yang dipromotori oleh Nadjib M. Saleh
ini sediakalanya akan berlangsung Sabtu malam hingga Minggu dinihari di
lintasan Pantai Depok, Parangtritis, Jogja (16/2).
Beberapa
dragbiker yang berada di seputaran Jogja seperti Yogie Keycot, Monita
Permata Wijaya melaporkan bahwa abunya memang tebal. Lalu bagaimana
dengan kelanjutan race? “Kita lihat perkembangan, InsyaAllah tetap
jalan. Mudah-mudahan besok di Jogja sudah tidak hujan abu lagi dan abu
disirkuit hilang oleh terpaan angin laut,”jawab Nadjib lewat pesan
elektronik.
Atas dasar itu pula
beberapa pembalap pan atas seperti Hendra Kecil (Magelang) belum
memastikan tetap akan balap atau tidak, “Belum tahu nih, di sini saja
hujan abunya lumayan tebal,” bilang Muflihun manejer pribadi sekaligus
ortu HK-sapaan akrab pembalap paling bersinar 2013 lalu. Ya, kita
tunggu saja perkembangan selanjutnya!
Pastinya,
Fauzan Conk mekanik yang kondang lewat FU Kolor Ijo asal Malang dan
Dadang Japronk dari Kediri mengabarkan bahwa saat ini kondisi mereka
aman jaya. Maklum dua daerah itu terhitung dekat dengan sumber letusan
Kelud, ”Memang semalam sempat was-was, suara dentumannya sangat terasa,
menggelegar. Tadinya juga ada rencana balap ke Jogja,” ungkap Dadank
yang satu kota kota dengan Ivan Bangun (Kediri itu). Oke deh! Ardel.
Drag Bike 2014 Jelang Jogja; Hadir Yamaha V-Ixion Solo, Lawan Tiger Di Sport 4T 200 cc?
- Created on Thursday, 13 February 2014 14:19
ManiakMotor -
Begadang jangan begadang dari Bang Haji yang ingin jadi Bang Presiden.
Nih sama dengan begadang yang ini, ada perlunya. Malam minggu nanti,
kembali ada VSC Drag Bike Nite Race 2014 atau 15 Februari 2014. Mulai
Sabtu sore lanjut hingga Minggu dinihari.
“Awas
masuk angin, balapnya di pinggir pantai Depok, Jogja,” buka Nadjib M.
Saleh, bos Venture Sport Club (Jogja) yang punya hajatan. Disebutkan
oleh pria berkumis tebal itu dibuka 20 kelas, lengkap dengan
kelas-kelas eksibisi yang menghibur seperti kelas khusus wanita dengan
FU standart dan OMR RX King. Info pendaftaran lebih lengkap silahkan
kontak langsung ke 0811283737.
Beberapa ‘aktor’
utama d ikelas-kelas panas seperti bebek 200, 130, Ninja rangka
standart dan Ninja tune up tak ingin lewatkan event ini. Apalagi event
di Solo yang direncana berbarengan (Minggu) dikabarkan ditunda lantaran
kawasan Standion Manahan harus steril terkait kunjungan SBY.
Tak kalah menarik,
dengan kabar hadirnya Yamaha V-Ixion ‘Solo’ di kelas sport 4-tak 200
cc. “Iya mas, ini kita lagi prepare terus. Mesin kembali dibongkar
ganti boring kejar 200 cc, kemarin masih 187 cc. Dengan piston TDR 61
mm, stroke 65 mm, ketemu cc 189,9 cc,” sebut Galih Gendon dari Ide
Ketip Speed yang punya Vixion.
Galih
berharap Vixion bisa cocokdengan arena trek lurus dengan dukungan
Karburator PJ 34 yang diteruskan klep Thunder (24/21 mm). Untuk
sementara, Vixion ini belum janji apa-apa dengan sepotong spesifikasi
tersebut. Namanya juga pendatang baru. Tunggu saja updatenya di portal
ini. Ardel.
Drag Bike 2014 Tegal; FU Solo Tercepat 7.644 Detik, Piston 70 mm RGS, Bebek 4T TU 200!
- Created on Sunday, 09 February 2014 21:29
ManiakMotor – Kemarin
FU Solo yang ikut di Bebek TU 4T 200 Cc dengan CDI Vortex-nya
diprediksi akan menang. Tunner sekaligus pemiliknya Wawan Kristiarto
berjanji akan memberi kejutan dengan joki Dwi Batank. Di Mizzle Hydra
King Of Battle Drag Bike Championship The Series 2014 di sirkuit Jalan
Lingkar Utara (Jalingkut), Tegal, Jateng (9/2), hal itu dibuktikan
keduanya.
Aksi FU Solo
Kejutan itu sendiri
nyaris spesial, bila saja posisi Bayu Ucil (Purwodadi) tetap kedua tak
digeser Achonk Samsonet (Jakarta). Samsonet menggeber Honda Sonic milik
tim Marcellio Semarang.
Sebelum Achonk,
Batank dan Ucil kokoh pertama dan kedua. Ucil sendiri bisa disebut
joki lapis kedua, artinya FU Solo itu memang lagi top performa. “Lega
juga setelah Eko Chodox, Hendra Kecil, Taufiq Omponk tak mampu geser
posisi Ucil,” bilang Suswanto alias Kecil mekanik pendamping Wans.
Katanya, CDI Vortex
itu menyesuaikan dengan piston produk RGS yang berdiameter 70 mm,
sebelumnya 69 mm. Tetap mengarah pada efisiensi volumetrik, untuk klep
sebelumnya pakai titanium. Event ini kembali pakai klep EE dengan
diameter masuk-buang 24/21 mm.
Ada lagi perubahan
mendasarnya, “Saat ini pakai 6 speed, sebelumnya masih bertahan dengan
5 percepatan. Nyatanya, torsinya lebih dapat. Tapi ini pun belum
terlalu sip, Vortex-nya masih bisa dimapping pada event-event selanjutnya,” kata Batank yang siap menunju event Pertamina Enduro Drag Bike awal Maret mendatang.
Sipp! Kapan nih bisa 7.2 detik, hehe. Ardel




