Selasa, 11 Februari 2014


Drag Bike 2014 Jelang Semarang; Ninja Rangka Standar, Hendra Vs Batank, Kejar 7.2 Detik!

 
ManiakMotor - Ninja Rangka Standar pemegang rekor 7,2 detik milik tim So-Tech Racing Team (Semarang) pasti hadir di Best Of The Best Drag Bike 2014. Event ini berlangssung di sirkuit Tawang Mas,  Semarang, Jateng, 2 Februari 2014. Jokinya Dwi Batank (Semarang)  dan juru koreknya Solikhin pada Ninja berkelir kombinasi hitam-oranye yang telah disegarkan lagi.
Iya sih, sebatas ganti ring piston, kampas kopling dan oli mesin. Tapi mesin 2-tak itu terasa mengembalikan kesegarannya. Apalagi digas joki paham kondisi lintasan Tawang Mas seperti Batank. “Hasil setting sementara konstan di 7,3-7,4 detik, kendala cuaca bisa jadi penyebab gagal ulangi rekor. Bila  normal, main di Pantura menjanjikan tuh,” kata Batank sambil sebut bahwa Ninja frame standartnya sudah over stroke 1 mm dengan bandul kruk-as ZX.
Biacara Ninja frame standart wilayah Semarang memang diminati dan dinanti. Makanya, Rudi Zulkarnain dari Ndayak Racing Pro selaku penyellenggara memprediksi kelas ini tembus di atas 30 starter plus kategori lokal. Tapi di balik itu, ada yang ditunggu persaingan Hendra Kecil (Magelang) dan Dwi Batank. “Kita akan gas di Semarang, jokinya Hendra,” bilang  Taufik Omponk, bos tim OP 27, Jogja.
Tim yang mengandalakn juru korek Andoex alias Aan ini bisa disebut ‘rival’ sejati pasukan So-Tech. Makanya, untuk mengukuhkan diri sebagai tim penguasa Ninja, tahun ini Hendra  resmi dikontrak OP 27 untuk kelas  sportnya. Pertemuan tiga ‘pertandingan’ yang sama-sama dihadiri keduanya, Batank unggul, kedudukan 2-1. 
“Bicara rekor tak mudah diulang, karena cuaca dingin aspal kurang panas membuat daya grip ban juga kurang.  Apalagi bila tempat acara sempat diguyur hujan, ya sulit. Fokus pada podium saja. Nantinya, rekor  pertemuan jadi 3-1. Hehehe,” canda Batank.
Walau bercanda tetap sebagai tantangan. Ardel
BACA JUGA
 

Drag Bike 2014; Joki Vs Timing, Gadis Berbikini ‘Kolor Ijo’, Sabrina Vs Monita, Lyla

 

ManiakMotor - Raut muka Eko ‘Chodox’ Sulistyo mendadak serius. Doi bertanya  perihal timing system yang dipakai di Racertees Mizzle GM Dragbike Championship di sirkuit Jln. Raya Berbek-Loceret (Teken), Nganjuk, Jatim. Saat berita ini ditulis sudah mulai babak penyisihan 2 Fabruari 2014.
Bagi Chodox yang menepati janji akan hadir di Nganjuk, timing yang mirip model ‘race america’ bakal jadi tantangan. “Tahu sendiri, model sensornya mengunci satu titik. Susah ‘ditembak’, penyisihan harus main aman dulu,” kata Chodox sambil mengabarkan drag bike di Tawang Mas (Semarang) terancam batal lantaran banjir. Waduh...
Hal serupa diungkapkan Rully PM (Kebumen), doi juga duta Jateng yang bermain dan harus adaptasi sensor lampu yang langganan dipakai  event Jatim itu. Jadi menarik, apakah Chodox yang jago ‘lompat’ itu tetap tajam catatan waktunya.
Dari lokasi sirkuit juga dilaporkan bahwa saat ini rintik hujan pun mulai turun, “Padahal karakter aspalnya ideal nih, seperti di Mungkid, Magelang,” imbuh Denny Kunting (Solo) yang sempat dikenal lantaran pernah podium di Ninja Tune-up kalahkan dominasi pembalap papan atas.
Pembalap dan mekanik meski berhitung lantaran trek bakal basah. Tekanan ban, setting spuyer, final gir, sampai teknik main gas bakal menguras konsentrasi. Kesimpulannya, timing system dan lintasan basah jadi hiasan lomba kali ini.
Belum lagi, konsentrasi mata dan pikiran terbagi dengan hadirnya empat gadis ber ‘Kolor Ijo’ yang siap panaskan suasana. Mereka ini yang akan mengisi mandi motor, cuci motor dan membasahi motor alias bike wash.  Saat kenalan dengan reporter sih, menyebut namanya  Zhie, Dita, Nila, dan Anggi. Lengkap dengan pin BB tuh! Wkwkwk.. Makin panas,dari pandangan mata sudah hadir joki cewek dari pasukan Monita Fans Club (MFC), juga Sabrina Sameh dan Lyla. 
Tuh, lihat foto-foto mereka. Gasss... eh tapi ngomong-ngomong berani tidak, empat cewek itu pakai bikini sembari cuci motor? Ardel 
BACA JUGA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar