Minggu, 02 Maret 2014

sportku

HomeDrag BikeDrag Bike Sentul, Sabtu Belum Ada Penyisihan

Drag Bike 2013 Slawi; RXZ Pinky Majestic 7,2 detik, Bracket 8 Detik Ninja Standar!

 

ManiakMotor Sebelum cerita Slawi sebagai peringatan, eh, pengingat saja, minggu ini atau 17 November 2013 ada drag bike paling top di Indonesia. Itu dia event Pertamina Drag Bike di Senayan, Jaksel. Nah sekarang lanjut ke Slawi, Tegal, Jateng yang berlangsung Ahad, 10 November kemarin.
Ingat kan Yamaha RX-Z berkelir pink alias RX-Z Pinky pacuan Dwi Batank (Semarang)? Itu RX-Z  milik tim Majestic asal Palembang, Sumsel yang dikenal awalnya lantaran bisa podium sport 2-Tak Tune-up 140 cc dan sport 2-Tak Tune-Up 150 cc  saat event di Demak beberapa waktu lalu.
“Best time-nya masih konstan di 7,4 detik, tapi dua event terakhir termasuk di Slawi ini lebih tajam jadi 7,2 detik. Perubahan hanya dial pengapian dan senter ulang kruk-as yang menbuat final gir juga diset-up lagi,” sebut Batank, joki sekaligus juru korek motor ini. Final gir tadi awalnya 13/40 jadi 13/37. Wau, itu sih jauh lebih ringan. Artinya dengan dial ulang pengapian dan perbaiki rotasi kruk-as epeknya banyak.  
Di  event Slawi Drag Bike Open Championship (SDBOC) 2013 di sirkuit Jln. Gajah Mada, Alun-Alun Slawi,  RX-Z ini mengamuk lagi. Coba lihat sendiri, Eko Sulistyo di podium kedua hanya cetak 7.601 detik. Artinya, joki setara, motor keduanya  jelas beda. “Batank yang naik dia juga yang setting, jadi tahu  maunya motor. Mudah-mudahan di final Pertamina Enduro Drag Bike bisa lebih tajam lagi,” harap Ferry bos Majestic Speed Shop Palembang yang  rajin memantau drag bike Jawa lewat portal ini. Hahahaa…
Tak kalah menarik cerita di bracket 8 detik. Bayu Ucil (Solo)  dan Rully PM  (Kebumen) yang rajin podium di kelas ini pakai Mio  milik HA Feat HK gagal podium pertama. “Di wilayah Jabar belum seramai di jateng, makanya datang ke sini buat tarung barket 8 detik. Alhamdulillah podium pertama,” senang Madyaman asal Indramayu, Jabar dari tim An-Nur Balap.
Bahkan dengan percaya diri Madya menyebut inilah Ninja spesialis braket 8 detik, ”Spek persis Ninja Rrangka Standar, tetap bertahan di stroke standar. Itu lantaran hasil setting catatan waktunya 8,0 bersih. Sejak start sampai finish gak perlu diatur. Pokoknya gas terus,” sebut doi selaku joki plus mekanik.
Dibalik cerita itu juga, masih ada peserta yang belum ‘in’ soal aturan kelas ini, ”Kok ada istilah penjumlah catatan waktu lalu dibagi dua segala, bukannya yang pertama tadi penyisihan yang kedua final,” ujar Fajar Kojex KRW dari tim Kiki Race Work Slawi.
Wah, repot juga kolo balap belum tahu tata cara balap, “Bracket ini awalnya diadopsi dari drag mobil. Pakai heat 1 dan heat 2. Menentukan pemenangnya  diambil catatan waktu rata-rata, yakni heat 1 dan 2 dijumlah lalu dibagi 2,” jelas Drs. Lilik Kusnandar selaku pimpinan lomba pada event garapan Gadhuro Sport Club ini. (GSC) sambil menjelaskan ada istilah break out yang artinya peserta mendapat catatan waktu dari syarat minimal yakni 8,00 detik.
Paham bro. Wkwkwkk…Ardel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar